Tampilkan postingan dengan label ILMU PENGETAHUAN SOSIAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ILMU PENGETAHUAN SOSIAL. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juni 2022

PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA & GLOBALISASI

 


A. Globalisasi

Globalisasi diambil dari kata global (universal). Orang yang pertama kali menggunakan istilah globalisasi adalah Theodore Levitte pada tahun 1985.  Apa yang dimaksud dengan globalisasi? 

Menurut Waters dalam Kamanto Sunarto (2004), globalisasi adalah suatu proses sosial yang di dalamnya kendala geografi terhadap pengaturan sosial dan budaya menjadi surut dan manusia menjadi semakin sadar bahwa pengaturan tersebut menjadi semakin surut. Globalisasi menjadikan seluruh bangsa dan negara di dunia semakin terkait, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru dengan meniadakan batas geografis, ekonomi, sosial, dan budaya. Selain itu, globalisasi mengubah dunia menjadi satu kesatuan yang terwujud dalam bentuk keterkaitan antarbangsa dan antarmanusia. Keterkaitan itu dapat melalui berbagai macam kontak seperti perdagangan, komunikasi, investasi, perjalanan, dan budaya.

B. BENTUK GLOBALISASI 

Adapun bentuk-bentuk globalisasi terjadi dalam bidang-bidang berikut! 

  1. Globalisasi Bidang Budaya. Misalnya sikap kalian ketika berpamitan kepada orang tua untuk berangkat ke sekolah yaitu mencium tangan kedua orang tua adalah salah satu tradisi khas yang dimiliki bangsa Indonesia. Tradisi semacam ini ditemukan di hampir sebagian besar daerah di Indonesia. Tradisi ini belum tentu dapat ditemukan di negara atau wilayah lain di dunia. Di luar negeri kita akan menemukan laki-laki mencium tangan perempuan sebagai bentuk penghormatan atau tradisi mencium pipi kiri dan kanan ketika bertemu. Globalisasi dalam bidang budaya memberikan manfaat misalnya memperkaya budaya bangsa. Namun di sisi lain memberikan ancaman terhadap keberadaan budaya lokal bangsa.
  2. Globalisasi Bidang Komunikasi. Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan atau informasi dari satu pihak ke pihak lain. Globalisasi dalam bidang komunikasi dapat dilihat dari kemajuan teknologi komunikasi. Awalnya masyarakat Indonesia berkomunikasi dengan cara tradisional. Kemudian mulai mengalami perkembangan dalam teknologi telepon, handphone, internet serta media sosial yang ada sekarang ini.
  3. Globalisasi Bidang Ekonomi. Globalisasi di bidang ekonomi merupakan suatu aktivitas ekonomi dan perdagangan secara global dan terbuka. Dalam globalisasi ekonomi berbagai negara di dunia menjadi pasar yang satu dan semakin terintegrasi tanpa mengenal batasan teritorial atau kewilayahan antarnegara . Globalisasi ekonomi memang berkaitan erat dengan perdagangan bebas (free trade). Kerja sama di bidang ekonomi antarnegara telah menyatukan negara yang terlibat dalam organisasi internasional. Di Eropa terdapat European Free Trade Association (EFTA), dan European Community (EC). Di kalangan negara-negara pengekspor minyak terdapat Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC), sedangkan negara-negara lain juga membentuk organisasi kerja sama ekonomi. 
  4. Globalisasi Bidang IPTEK.  Mobil internet keliling yang diperuntukkan bagi para pengguna internet tentu memberikan manfaat. Biasanya anak-anak akan senang dengan kehadiran mobil internet keliling semacam ini. Anak-anak sekarang sudah terampil dalam mengoperasikan berbagai teknologi. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong semakin cepatnya globalisasi. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (iptek) merupakan kekuatan utama dalam meningkatkan kesejahteraan yang berkelanjutan dan peradaban suatu bangsa. Apa yang dimaksud dengan ilmu pengetahuan dan teknologi? Ilmu pengetahuan merupakan upaya mencari pengetahuan yang dapat diuji dan diandalkan serta dilakukan secara sistematis menurut tahapan yang teratur dan berdasarkan prinsip serta prosedur tertentu. Sementara teknologi merupakan seluruh perangkat, ide, metode, teknik, atau benda-benda material yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pada dasarnya ilmu pengetahuan merupakan teori-teori yang dirumuskan secara tetap sementara teknologi adalah praktek atau ilmu terapan dari teori yang berasal dari ilmu pengetahuan.
  5. Globalisasi Bidang Transportasi. Transportasi adalah pemindahan barang, atau manusia dari tempat satu ke tempat yang lain. Peranan transportasi sangatlah penting dalam suatu negara. Produsen, distributor ataupun konsumen membutuhkan transportasi dalam melakukan aktivitasnya. Setelah berlangsungnya industrialisasi, bermunculan berbagai penemuan baru, inovasi, dan pembaharuan terhadap berbagai alat transportasi. Batas-batas wilayah dunia semakin tidak tampak lagi dengan kecanggihan alat transportasi. Mobilitas manusia juga semakin banyak karena semakin beragamnya alat transportasi yang dapat digunakan. Kemajuan teknologi menyebabkan perkembangan transportasi semakin canggih. Dengan teknologi yang semakin canggih, manusia dapat mengangkut manusia atau barang dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Misalnya pada masa lalu, untuk menjual berbagai hasil hutan dari Sumatera ke Jawa, masyarakat menggunakan kapal besar kemudian singgah di berbagai pelabuhan untuk beristirahat atau melakukan jual beli dengan penduduk. Manusia memerlukan waktu berhari hari bahkan berbulan-bulan untuk memperoleh barang yang dibutuhkan dari daerah lain.

C. DAMPAK GLOBALISASI 

Globalisasi mempunyai banyak manfaat dan pengaruh bagi masyarakat di dunia. Namun di sisi lain, globalisasi juga membawa pengaruh atau dampak negatif. 

a. Dampak Positif Globalisasi

1) Berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Perkembangan ilmu pengetahuan yang cepat membawa perubahan yang cepat pula dalam bidang teknologi. Globalisasi membawa masyarakat melakukan penyesuaian terhadap perubahan sosial budaya. Hal ini dapat dilihat dari minat masyarakat terhadap ilmu pengetahuan yang semakin besar. Teknologi yang dihasilkan sebagai aplikasi dari ilmu pengetahuan kemudian dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat. Pemanfaatan teknologi ini membawa banyak keuntungan bagi masyarakat seperti banyak, dan sebagainya.

2) Meningkatnya Efektivitas dan Efisiensi

Efektivitas dan efisiensi adalah kata kunci untuk menjelaskan pengaruh positif globalisasi. Efektivitas dapat diartikan sebagai pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan yang telah diinginkan. Apabila sesuatu telah berhasil dikerjakan dengan cara yang tepat dan sesuai dengan yang diinginkan maka disebut efektif. Misalnya, tugas A dapat selesai dengan pemilihan cara yang sudah ditentukan, maka cara tersebut adalah benar atau efektif. Efisien dapat diartikan sebagai tepat, cermat, berdaya guna, dan bertepat guna dalam melakukan sesuatu. Ketika cara A membutuhkan waktu 1 jam sedang cara B membutuhkan waktu 2 jam, maka cara A lebih efisien dari cara B. Dengan kata lain efektif adalah melakukan tugas yang benar sedangkan efisien adalah melakukan tugas dengan tepat.

3) Perekonomian Suatu Negara Semakin Meningkat

Waters dalam Kamanto Sunarto (2004) berpandangan bahwa globalisasi berlangsung salah satunya pada bidang perekonomian. Globalisasi ekonomi tampak antara lain di bidang perdagangan, produksi, investasi, ideologi organisasi, pasar modal, dan pasar kerja. Globalisasi perekonomian ini mampu membawa banyak manfaat positif. Salah satu dampak positif kehadiran globalisasi ekonomi adalah semakin berkembang dan menggeliatnya perekonomian sebuah negara. Hal ini salah satunya karena semakin banyak modal yang masuk ke sebuah negara. Indonesia juga menjadi salah satu sasaran dunia internasional sebagai tempat terbaik untuk berinvestasi, terutama untuk sektor pertambangan, pertanian dan industri.

4) Meningkatnya Taraf Hidup Masyarakat

Pengaruh positif dari globalisasi yang sebelumnya dibahas adalah meningkatkan perekonomian sebuah negara. Meningkatnya perekonomian suatu negara pada akhirnya dapat membuat peningkatan taraf hidup masyarakat. Keadaan seperti ini akan membuat negara semakin aman, damai, dan tentram karena bisa menurunkan tingkat kriminalitas di negara tersebut seperti pencurian, pembunuhan, korupsi, dan lainnya. Dunia yang tanpa batas saat ini memungkinkan seseorang untuk berusaha meningkatkan taraf hidup dan keluarganya. Tidak sedikit warga negara kita yang bekerja di luar negeri untuk membiayai kebutuhan keluarganya di dalam negeri.

5) Komunikasi Semakin Cepat dan Mudah

Dahulu, mungkin orang tua kita membutuhkan waktu lama untuk berkomunikasi dengan kerabat atau sahabat yang berada di wilayah atau di negara lain. Media yang digunakan berkomunikasi saat itu melalui media surat-menyurat. Tetapi saat ini komunikasi sudah bergeser diantaranya dengan surat elektronik (e-mail), internet, telepon, media jejaring sosial, dan sebagainya. Saat ini media komunikasi tersebut lebih disukai masyarakat karena dianggap lebih cepat dan murah. Dalam hitungan detik pesan kita sudah tersampaikan.

6) Berkembangnya Dunia Pariwisata

Globalisasi berdampak positif bagi perkembangan dunia pariwisata di suatu negara, tak terkecuali di Indonesia. Tempat-tempat wisata di Indonesia semakin dikenal masyarakat dunia lewat berbagai teknologi seperti internet dan media sosial lainnya. Kesenjangan jarak tidak lagi menjadi masalah karena didukung dengan kemudahan sesama transportasi. Selain itu penyebaran informasi melalui media internet atau aplikasi smartphone menjadikan tempat-tempat wisata yang dikunjungi oleh wisatawan dengan mudah diketahui orang lain. Sehingga mereka kemudian tertarik untuk berkunjung pula di tempat tersebut.

7) Perkembangan Alat Komunikasi dan Keterbukaan Informasi

Apakah kamu pernah menyaksikan berita di televisi, membaca artikel koran secara online atau mengunduh berbagai informasi, gambar, video dari media internet? Tentunya kamu dimudahkan oleh media internet. Selain itu kamu juga mendapatkan informasi lebih bebas, terbuka, dan mudah. Keterbukaan dan kebebasan informasi sangatlah penting terutama di masa globalisasi seperti sekarang. Saat ini informasi beredar secara global dan cepat. Berita, kejadian, atau hal-hal yang ada di belahan dunia mana pun, dalam hitungan menit setelah peristiwa terjadi dapat kita peroleh informasinya.

b. Dampak Negatif Globalisasi

Globalisasi selain sebagai peluang ternyata dapat menjadi ancaman. Sebagai contoh, perkembangan teknologi informasi melalui peralatan canggih telah menjadikan berbagai informasi antarbangsa dapat diakses tanpa pengawasan negara. Hal ini menjadikan suatu bangsa tidak bisa menolak nilai-nilai yang masuk ke negaranya. Nilai budaya yang masuk dan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa bisa mengubah pola pikir dan tingkah laku masyarakat. Bahkan akibatnya bisa berbahaya bagi suatu negara. Bahaya yang terjadi bisa tanpa peperangan, karena cukup dengan sebaran informasi nilai-nilai negatif melalui jaringan komunikasi, suatu bangsa dapat hancur. Berikut dampak negatif globalisasi.

1. Westernisasi. Westernisasi adalah suatu perbuatan seseorang yang mulai kehilangan nasionalisme dengan meniru atau melakukan aktivitas kebarat-baratan. Westernisasi dilakukan diantaranya dengan cara meniru gaya hidup bangsa Barat seperti bangsa Eropa dan Amerika. Faktor penyebab terjadinya westernisasi antara lain ; 

  • Kurang penguasaan dan berkembangnya iptek.
  • Masyarakat yang bersifat konsumtif terhadap barang-barang luar negeri.
  • Maraknya budaya Barat dan akulturasi (percampuran) budaya.
  • Kurangnya kesadaran masyarakat memilah budaya yang baik atau buruk. Munculnya keinginan untuk mencari kebebasan, seperti negara-negara Barat
  • Meniru gaya berbusana, rambut, serta gaya hidup ke barat-baratan.
2. Demoralisasi. Dekadensi moral atau demoralisasi adalah menurunnya atau merosotnya akhlak atau moral seseorang. Ciri dari penurunan moral ini salah satunya ditunjukkan dari perilakunya yang bertentangan dengan nilai dan norma dalam masyarakat.
3. Kesenjangan Sosial Ekonomi. Kesenjangan sosial ekonomi dapat terjadi karena pembangunan dan modernisasi tidak dilaksanakan secara merata dan berimbang. Ketidakmerataan pembangunan menyebabkan hasil pembangunan yang diterima masyarakat belum merata.
4. Kriminalitas. Kriminalitas dapat disebut juga sebagai segala bentuk tindakan yang melanggar norma hukum. Tindakan kriminal yang dilakukan makin bervariasi. Mulai dari cara sederhana sampai menggunakan teknologi canggih dapat kita temukan. Kriminalitas yang dilakukan saat ini seolah ikut memanfaatkan arus globalisasi. Bahkan, perkembangan media hiburan, media massa atau media sosial lain turut berperan dalam memicu terjadinya tindakan kriminal di kalangan masyarakat.
5. Pencemaran Lingkungan. Pencemaran merupakan perbuatan mencemari atau membuat lingkungan menjadi tercemar. Pencemaran dapat dikelompokkan menjadi pencemaran udara, pencemaran tanah, pencemaran air, dan pencemaran suara. Pencemaran lingkungan ditandai dengan berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
6. Kenakalan Remaja. Vandalisme dan tawuran merupakan salah satu gejala kenakalan remaja yang banyak ditemukan di sekitar lingkungan. Hal ini sebagai bentuk dari makin memudarnya nilai     budaya bangsa yang dimiliki oleh remaja. Aksi yang dilakukan oleh remaja itu dapat dikategorikan sebagai kenakalan remaja. Kenakalan remaja disebut juga dengan istilah juvenille deliquency.
7. Individualisme yang Semakin Tinggi Individualisme bisa disebut sebagai perilaku yang mementingkan diri sendiri dan tidak mau tahu urusan atau kepentingan orang lain. Di kota besar, sikap individualisme tampak jelas, bahkan dengan jarak tetangga yang berdekatan belum tentu saling mengenal. Hal tersebut terjadi karena sosialisasi yang dilakukan berdasarkan kepentingan            semata.

D. UPAYA MENGHADAPI GLOBALISASI 

Globalisasi merupakan tantangan besar bagi setiap bangsa. Tidak mungkin bangsa-bangsa di dunia menutup diri di tengah ketergantungannya kepada bangsa lain. Oleh karena itu pada dasarnya negara harus mempunyai kemampuan untuk menempatkan dirinya sebagai bangsa yang sama-sama mempunyai hak untuk menjadi subjek globalisasi. Bagaimana upaya yang dapat dilakukan dalam menghadapi globalisasi? Upaya tersebut bukan saja upaya menghadapi hal negatif dari globalisasi, namun juga upaya yang harus disiapkan secara positif menghadapi era globalisasi. Berikut macam upaya menghadapi globalisasi dari berbagai aspek.

Upaya Menghadapi Globalisasi Budaya

1. Menyaring setiap budaya asing yang masuk ke Indonesia untuk kemudian diadaptasi dan digunakan bersama-sama.

2. Mempromosikan budaya asli Indonesia ke kancah internasional untuk menumbuhkan rasa cinta budaya Indonesia.

3. Menyukai dan menggunakan produk-produk asli Indonesia.

4. Memperkuat persatuan dan kesatuan antar warga Indonesia yang memiliki budaya beragam untuk bersatu melindungi budaya asli Indonesia agar tidak luntur terbawa arus globalisasi juga tidak hilang karena diklaim negara lain.

5. Mematenkan setiap budaya Indonesia serta mempublikasikannya agar tetap terjaga dan menjadikan masyarakat Indonesia bangga memilikinya.

6. Berpegang teguh pada nilai religius, spiritual dan memupuk rasa kebhinekaan agar Indonesia tetap berjaya dengan budayanya.

7. Meningkatkan kualitas nilai keimanan dan moralitas masyarakat

Upaya Menghadapi Globalisasi IPTEK

1. Berkompetisi dalam kemajuan iptek.

2. Meningkatkan motif berprestasi.

3. Meningkatkan kualitas/mutu Sumber Daya Manusia terutama di bidang penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi agar kita mampu bersaing.

4. Selalu berorientasi ke masa depan.

5. Meningkatkan penguasaan kita terhadap teknologi modern di segala bidang sehingga tidak tertinggal dan bergantung pada bangsa lain.

Upaya Menghadapi Globalisasi Ekonomi

1. Menyiapkan SDM yang kompeten, kompetitif dan memiliki kemampuan yang baik dalam menghadapi kompetisi globalisasi.

2. Melaksanakan standarisasi dan sertifikasi bagi perusahaan dan lembaga pemerintah untuk citra, kesungguhan dan kualitas produk.

3. Menghilangkan praktek-praktek korupsi, kolusi, nepotisme dan manipulasi. Mendorong pengusaha-pengusaha lokal khususnya pengusaha kecil dan menengah untuk berkompetisi secara sehat.

4. Mendorong munculnya produk-produk kreatif dan inovatif dari masyarakat Indonesia.

Upaya Menghadapi Globalisasi Komunikasi

1. Memilih dan memanfaatkan alat komunikasi secara tepat dan sebaik-baiknya sesuai dengan fungsi dan kebutuhan.

2. Memanfaatkan alat komunikasi demi kemajuan masa depan dan tidak

3. menyalah gunakannya.

4. Memilih informasi dengan tepat dan bijaksana agar tidak mudah terpengaruh dan terhasut oleh informasi yang salah.

Upaya Menghadapi Globalisasi Transportasi

1. Memanfaatkan alat transportasi sesuai dengan jarak dan waktunya.

2. Menggunakan alat transportasi tidak berlebihan agar tidak terjadi pencemaran lingkungan.

3. Menjaga keberadaan alat transportasi lokal sebagai salah satu khasanah budaya.


Terimakasih sudah membaca rangkuman dari DUNIA PENDIDIKAN

 Kamu bisa membaca selengkapnya di sini

Kamis, 09 Juni 2022

INTERAKSI SOSIAL

 


Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan antara orang perorangan, antara kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dan kelompok manusia. Berlangsungnya suatu proses interaksi sosial didasarkan pada beberapa faktor, yaitu:

1. Faktor imitasi merupakan proses seseorang mencontoh orang lain atau kelompok. Contohnya, seorang anak perempuan bermain masak-masakan karena melihat ibunya pada saat memasak di dapur.

2. Faktor sugesti merupakan pengaruh yang dapat menggerakkan hati orang. Contohnya, seorang pasien yang akan berobat ke seorang dokter, pasien tersebut akan cepat mengalami penyembuhan salah satunya disebabkan adanya rasa sugesti pada dokter tersebut.

3. Faktor identifikasi merupakan kecenderungan-kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Contohnya, seorang anak yang mengidolakan pemain bola, sehingga semua tingkah laku idolanya akan dilakukan.

4. Faktor simpati merupakan kemampuan untuk merasakan diri seolah-olah dalam keadaan orang lain dan ikut merasakan apa yang dilakukan, dialami, atau diderita orang lain. Contohnya, pada saat ada tetangga kita yang tertimpa musibah, maka kita ikut merasakan kesedihannya dan berusaha membantunya.

Ciri interaksi sosial antara lain:

1. Jumlah pelakunya lebih dari seorang, biasanya dua atau lebih.

2. Berlangsung secara timbal-balik.

3. Adanya komunikasi antarpelaku dengan menggunakan simbol-simbol yang disepakati.

4. Adanya suatu tujuan tertentu.

Bentuk interaksi sosial dalam kehidupan masyarakat, yaitu:

1. Proses-Proses yang Asosiatif. Proses ini terjadi apabila seseorang atau sekelompok orang melakukan interaksi sosial yang mengarah kepada kesatuan pandangan. Proses ini terdiri atas tiga bentuk yaitu:

a. Kerja sama. 

b. Akomodasi

c. Asimilasi 

2. Proses-Proses yang Disosiatif. Proses ini terjadi apabila seseorang atau sekelompok orang melakukan interaksi sosial yang mengarah pada konflik dan merenggangkan solidaritas kelompok. Proses ini terdiri atas tiga bentuk yaitu:

a. Kompetisi

b. Kontravensi

c. Pertentangan ( konflik ) 

Jumat, 19 Februari 2021

PENJELASAN TENTANG GLOBALISASI

 PENGERTIAN GLOBALISASI




A. GLOBALISASI

Globalisasi adalah suatu proses yang menempatkan masyarakat dunia agar dapat menjangkau satu dengan yang lain atau saling berhubungan dalam semua aspek kehidupan, baik di bidang ekonomi, politik, budaya, teknologi maupun lingkungan.

Dampak positif globalisasi, antara lain :

1.  Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat

2.  Memudahkan kegiatan manusia dan arus pergerakan barang dan jasa menjadi lebih mudah

3.  Kegiatan ekonomi dan perdagangan terjadi di seluruh dunia tanpa mengenal batas negara

4.  Arus globalisasi mendorong seseorang untuk berpikir kritis dan logis

5.  Banyaknya budaya asing masuk dapat memperkaya budaya lokal

Dampak negatif globalisasi, antara lain :

1.  Produk dalam negeri kurang diminati karena masyarakat cenderung menggunakan produk asing

2.  Kurangnya minat generasi muda terhadap kesenian tradisional karena dianggap kuno

3.  Berkurangnya pengalaman nilai-nilai agama karena masuknya paham liberalism dan komunisme

4.  Masuknya perusahaan-perusahaan multinasional yang dapat mematikan perusahaan lain

5.  Lunturnya rasa kebersamaan dan gotong royong karena kehidupan masyarakat menjadi individual

Sikap kita dalam menghadapi globalisasi, antara lain :

1. Bersikap selektif, yaitu dengan cara memilih hal-hal yang membawa pengaruh positif dan membuang hal hal yang dapat membawa pengaruh negatif

2. Mempertebal ideologi dan rasa nasionalisme kita

3. Mempertahankan nilai-nilai pergaulan yang sesuai dengan kepribadian bangsa

4.  Bersikap waspada terhadap setiap kebudayaan asing yang masuk yang merusak kebudayaan lokal


B. Macam-macam Kerja Sama Antarnegara

~ Kerja sama ekonomi bilateral merupakan kerja sama antara dua negara.

~ Kerja sama ekonomi multilateral merupakan kerja sama ekonomi tiga negara atau lebih.

~Kerja sama regional merupakan kerja sama ekonomi antar negara dalam satu kawasan tertentu.

~Kerja sama ekonomi antar regional merupakan kerja sama ekonomi antar kelompok negara-negara dalam satu kawasan dengan Kawasan/kelompok yang lain.

~Kerja sama ekonomi internasional merupakan kerja sama ekonomi negara-negara di dunia.

 


C. Peranan Indonesia Pada Era Globalisasi

a. Bidang Politik

Peranan Indonesia dalam bidang politik adalah keikutsertaannya dalam berbagai organisasi internasional, antara lain :

ASEAN                                                                                                        

1. Terbentuknya ASEAN (Association of South East Asian Nations) didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di kota Bangkok, Thailand. ASEAN merupakan organisasi negara-negara di Asia Tenggara. ASEAN diprakarsai oleh lima orang perdana menteri, yaitu :   Adam Malik dari Indonesia, Tun Abdul Razak dari Malaysia, Thanat Koman dari Thailand, Narsisco Ramos dari Filipina’, S. Rajaratman dari Singapura.  Awalnya, jumlah anggota ASEAN hanya lima negara yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Singapura. Sekarang, jumlah anggota ASEAN ada sepuluh negara. Negara yang ikut bergabung, yaitu : Brunei Darussalam, tanggal 7 Januari 1984 ,Vietnam, tanggal 28 Juli 1995, Myanmar dan Laos, tanggal 23 Juli 1997, Kamboja, tanggal 16 Desember 1998                         

2. Tujuan didirikannya ASEAN tercantum dalam Persetujuan Bangkok. Persetujuan Bangkok meliputi hal-hal berikut ; Mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kemajuan social budaya di Asia Tenggara, Meningkatkan perdamaian dan stabilitas di Asia Tenggara, Meningkatkan kerja sama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, kebudayaan, dan teknologi (Iptek), Memajukan penelitian bersama mengenai masalah-masalah di Asia Tenggara, Memelihara kerja sama yang lebih erat dengan organisasi-organisasi internasional dan regional                 

3. Bentuk Kerja Sama ASEAN 

a) Bidang Ekonomi ; Proyek pabrik Abusoda di Thailand, proyek industry tembaga dan superphospat di Filipina, proyek pupuk urea amonia di Malaysia dan Aceh, Indonesia, proyek pabrik diesel marine dan vaksin di Singapura, membentuk kawasan perdagangan bebas ASEAN, yaitu AFTA (ASEAN Free Trade Area) yang bertujuan untuk melakukan penurunan tarif be masuk terhadap produk barang tertentu di antara negara anggota.

b) Bidang Politik ; Mengadakan latihan militer bersama, contoh : Elang Malindo, yaitu latihan perang bersama Indonesia Malaysia, mengadakan perjanjian ekstradisi, yaitu penyerahan pelarian yang tertangkap antar negara ASEAN, ZOPFAN (Menciptakan Perdamaian di Kawasan Asia Tenggara)

c) Bidang Sosial Budaya ; Mengadakan kerja sama di bidang pariwisata, mengadakan pesta olahraga Asia Tenggara (SEA Games) dilaksanakan setiap dua tahun sekali, mengadakan kerja sama menanggulangi narkoba, mengadakan pertukaran misi kebudayaan dan kesenian.

Konferensi Asia Afrika (KAA)

1. Terbentuknya Konferensi Asia Afrika

Konferensi Asia Afrika dilatarbelakangi oleh ; adanya ketegangan antara Blok Barat dan Blok Timur, dan diawali dengan adanya Konferensi Colombo tanggal 28 April – 2 Mei 1945 dan Konferensi Bogor. Konferensi Asia Afrika dicetuskan oleh Ir Soekarno, yang dilaksanakan di Bandung tanggal 18 – 24 April 1955 berlangsung di Gedung Merdeka dan Gedung Dwi Warna. Negara-negara dan tokoh pelopor KAA, antara lain : Indonesia (Ali Sastroamijoyo), India(Jawaharlal Nehru), Srilangka (Sir John Kotelawala), Pakistan (Moh. Ali Jinna),  Burma (U Nu).

2. Hasil Konferensi Asia Afrika ; hasil KAA dikenal dengan Dasa Sila Bandung yang isinya adalah menghormati hak-hak dasar manusia dengan Piagam PBB, menghormati kedaulatan wilayah setiap negara, mengakui persamaan semua ras dan persamaan semua bangsa, baik besar maupun kecil, tidak melakukan campur tangan dalam soal-soal dalam negeri, baik besar maupun kecil, menghormati hak tiap-tiap bangsa untuk mempertahankan secara sendiri atau bersama-sama sesuai dengan piagam PBB, tidak melakukan tekanan terhadap negara lain, tidak melakukan agresi terhadap negara lain, menyelesaikan perselisihan dengan jalan damai, memajukan kerja sama dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya, menghormati hukum dan kewajiban-kewajiban internasional.

PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa)

PBB didirikan pada tanggal 24 Oktober 1945, ditandai dengan penandatanganan Piagarm PBB di San Fransisco. PBB merupakan organisasi internasioanl yang dianggap sebagai induk organisasi internasional lainnya. 

Lembaga-lembaga PBB antara lain :

1)  UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization) merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang Pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan

2)  FAO (Food and Agricultural Organization) merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang bahan makanan dan pertanian

3)  ILO (International Labour Organization) merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang perburuhan

4)  UNICEF (United Nations International Children’s Emergency Fund) merupakan   organisasi internasional yang melakukan kegiatan dalam bentuk kemanusiaan dan   kesejahteraan anak

Lembaga-lembaga internasioanl lainnya :

1) UNDP (United Nations Development Program) merupakan badan PBB yang melakukan kegiatan program pembangunan di negara-negara berkembang

2) IDB (Islamic Development Bank) Bank pembangunan Islam merupakan lembaga keuangan internasional

3) IMF (International Monetary Fund) merupakan organisasi dunia yang bergerak dalam bidang keuangan internasional

4) IDA (International Development Association) merupakan organisasi pembangunan internasional yang memberikan kredit kepada negara-negara berkembang dengan syarat ringan.

5) OPEC (Organization Petrolium Exporting Countries) merupakan organisasi negara-negara pengkespor minyak

6) WCO/CCC (World Costumer Organization atau Costums Cooperation Council) merupakan organisasi bea dan cukai sedunia.

b. Bidang Ekonomi

Peranan Indonesia dalam bidang ekonomi adalah keikutsertaannya dalam berbagai kerja sama ekonomi.

1)  Hal-hal yang menyebabkan timbulnya kerja sama ekonomi antar negara, antara lain :

·  Kemampuan suatu negara dalam memproduksi barang atau jasa terbatas, sedangkan kebutuhan masyarakat tidak terbatas

·  Adanya perbedaan kondisi ekonomi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, peradaban dan kondisi alam masing-masing negara

·   Perbedaan faktor produksi yang dimiliki masing-masing negara.

2)  Tujuan kerja sama ekonomi antar negara, antara lain :

o   Memenuhi kebutuhan barang-barang atau jasa bagi bangsa itu sendiri di dalam negeri

o  Meningkatkan kestabilan dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan

o  Melindungi pertumbuhan dan pengembangan industri di dalam negeri.

3)  Peran aktif Indonesia dalam lembaga ekonomi internasional, antara lain :

·  WTO (World Trade Organization) merupakan badan kerja sama PBB yang bergerak dalam bidang perdagangan internasional untuk mempertahankan tata niaga internasional dan pengaturan perdagangan secara umum

·  APEC (Asia Pasific Economic Cooperation) merupakan organisasi kerja sama regional di kawasan Asia Pasifik yang memiliki tujuan pokok melakukan liberalisasi perdagangan (perdagangan bebas) dan investasi

·  IBRD (International Bank for Reconstruction and Development) IBRD disebut juga World Bank (Bank Dunia) merupakan badan internasional yang bergerak dalam bidang perbankan untuk pembangunan dan kemajuan negara-negara berkembang.

c.  Bidang Sosial

Peran Indonesia dalam bidang sosial, antara lain memperkuat pelaksanaan HAM, dan aktif dalam Dewan HAM PBB.

d.  Bidang Keamanan

Peran Indonesia dalam bidang sosial, antara lain :

1)   Memelihara perdamaian dunia, misalnya dengan mengirim pasukan perdamaian untuk Mesir, yaitu Kontingen Garuda (KONGA)

2)   Pelucutan senjata.

3)   Pemberantasan terorisme.

MOHON MAAF JIKA ADA KESALAHAN PENULISAN.SEMOGA BERMANFAAT

WUJUD BELA NEGARA

Bela Negara : Pilar Kekuatan Bangsa dalam Menghadapi Tantangan Masa Kini Bela negara adalah tanggung jawab setiap orang yang berstatus sebag...